SHINee-ing as bright as the SKY (Korea Fan Fiction) – Part 1

Minho SHINee

(Minho POV)

 

Mendekati musim panas, siang hari, hari Minggu kali ini, aah benar-benar panas. Aku memang tidak membenci musim panas, tapi saat panas seperti ini benar-benar menyiksaku. Setelah olahraga dan mengeluarkan keringat begitu banyak, masih harus ditambah dengan musim panas yang bisa membuatku dehidrasi jika saja aku tidak banyak meminum air putih. Rasanya AC yang ada di dorm ini tidak terlalu berpengaruh. Cih, sebenarnya berapa sih suhu diluar sana? Padahal musim panas saja belum mulai. Tapi panasnya sudah terasa. Pengaruh global warming mungkin.

“Minho hyung, kalau begini terus kau bisa menghabiskan satu galon air putih untuk dirimu sendiri, Sisakan untuk kami juga, hyung!” Taemin, si maknae (bungsu) dan satu-satunya yang akan memanggilku dengan sebutan ‘hyung’ (panggilan dari adik laki-laki untuk kakak laki-lakinya) di dorm ini. Taemin berlebihan! Aku memang meminum lebih banyak air di musim panas, tapi tidak akan menghabiskan satu galon air untukku sendiri!

“Diam kau dongsaeng (adik)!” Hah, sayang sekali aku hanya punya satu dongsaeng yang bisa kujitak kepalanya tiap kali dia membuatku kesal.

Aku sendiri memiliki tiga hyung. Tiga hyung, satu dongsaeng, ditambah dengan aku sendiri, totalnya lima orang. Kami berlima tergabung dalam boyband binaan SM entertainment (yang selanjutnya akan disingkat menjadi SME). Orang-orang memanggil kami ‘SHINee’. Sedangkan fan group kami bernama SHINee World yang kemudian sering disingkat menjadi ‘Shawol’.

Hyung yang tertua, leader kami tercinta, Onew hyung. Selain leader, dia juga merupakan main vocal dengan julukan ‘sweet vocal’. Panggilannya ‘Leader’, ‘Tofu’ (Tahu), dan juga ‘Ondrew’. Nama China-nya Wei Liu. Umurnya berbeda dua tahun denganku. Meskipun yang tertua, tapi sebenernya dia itu yang paling konyol diantara kami berlima. Kalau kami sedang membicarakan suatu topik, tiba-tiba saja dia akan berkata ‘memangnya daritadi kita sedang membicarakan apa sih?’ dan setelah itu kami berempat akan memandangnya yang seakan-akan berkata ‘gedubrak’.

Pernah suatu kali kami diwawancara. Si MC bertanya pada kami semua ‘siapa yang kalian rasa paling mirip dengan kalian?’ kami berempat menjawab artis favorit kami atau sesama anggota grup kami. Tapi jawaban mengejutkan datang dari Onew hyung. Dengan wajah tak bersalah dia berkata ‘ya orang tuakulah.’ Jawabannya memang benar sih, tapi sungguh! Onew hyung itu… Ah, sudahlah.

Tapi jangan salah, biarpun begitu Onew hyung tetap leader kami. Kalau dia sudah marah kami semua akan terdiam.

“Ya! Minho! Cepat minumnya! Jangan meninggalkan permainan ditengah-tengah! Aku tidak sabar ingin mengalahkanmu.”

Hyung-ku yang selanjutnya masih bernafsu untuk menglahkanku dalam bermain ‘winning eleven’ (itulho, permainan bola di PlayStation). Sudahlah Jonghyun hyung, kau tidak akan pernah menang melawanku. Posisi Jonghyun hyung di SHINee sebagai lead vocal. Orang yang tidak pernah mau kalah dalam hal apapun (dalam hal ini, sifat Jonghyun hyung kurang lebih sama denganku. Tapi kenyataannya Jonghyun hyung tetap saja kalah melawanku terutama dalam hal olahraga dan game). Jonghyun hyung pernah memproklamirkan kalau dia bersumpah akan mengalahkan. Yah, selamat berjuang saja Jonghyun hyung!

Aku duduk disebelah Jonghyun hyung bersiap dengan stik PS di tanganku. Sebentar lagi aku akan kembali membuat Jonghyun hyung menelan ludah yang akan terasa pahit. Babo (bodoh) Jonghyun hyung. Kalau memang ingin menang, kenapa harus melawanku?

“Taemin, kalau kau masih didapur sekalian tolong ambilkan minum untukku juga.” Key! Jangan berisik! Menganggu konsentrasiku tau!

Tersisa satu hyung lagi yang belum kuperkenalkan. Aku tidak pernah memanggil key dengan sebutan ‘hyung’ meskipun kenyataannya dia memang lebih tua dariku. Hanya lebih tua beberapa bulan. Kami dilahirkan pada tahun yang sama.

Taemin patuh sekali pada Key. Katanya ‘jika Key hyung tidak ada, aku tidak akan hidup normal.’ Yah, aku kurang lebih mengerti artinya. Taemin paling dekat dengan Key. Key yang mengurus Taemin sampai-sampai kami menjulukinya dengan sebutan ‘Key Umma (mama)’. Sungguh, dia itu keibuan sekali. Beberapa tahun terakhir, Key tidak hanya mengurus Taemin tetapi juga kami semua. Koki tetap SHINee, hanya saja dia benci mencuci beras pada saat memasak, entah kenapa.

Benar kan kataku! Taemin patuh sekali pada Key. “Ne (ya) Hyung, ini minummu.”

Gomawo, Taemin.” Tanpa peduli lagi pada Taemin dan Key, aku kembali berkonsentrasi melawan Jonghyun hyung.

Mwo (APPPAA!)!” Jonghyun hyung baru saja membobol gawangku. Bagaimana bisa? Sekarang kedudukannya jadi seri, 3-3. Aku lihat orang yang duduk disebelahku. “Arrasou. (Aku mengerti).”

Orang yang duduk disebelahku. Orang yang selalu membawa kesialan padaku, “Jeoliga (go away) Taemin!”

“Wae? Kenapa aku harus pergi?”

“Gawangku kebobolan, ini salahmu.” Aku selalu merasa kalau Taemin itu pembawa sial buatku. Tiap kali Taemin duduk disebelahku, ada-ada saja kejadian sial yang menimpaku. Seperti sekarang ini contohnya.

Key yang kemudian bergerak menuju Taemin kemudian dengan sigap menggendongnya, “C’mon Taemin. Kita pergi saja ketempat Onew hyung. Mari kita ganggu acara bermalas-malasannya Onew hyung.”

Taemin hanya bisa meronta, “Hyung, turunkan aku!”

Lega sekali Taemin sudah pergi. Permainan kembali berlanjut, tapi gangguan tidak pernah berhenti.

Ting tong bel dorm kami berbunyi.

“GOOOLLLL!!!!” Pada saat yang bersamaan Jonghyun hyung kembali membobol gawangku.

Aku membanting stik PS-ku, “Ah, bel sialan!”

Jonghyun hyung menepuk pundakku, “Dasar kau ini. Bel itu tidak salah apa-apa tau! Sekarang bukakan pintu untuk ‘tamu’ kita!”

Siapa sih yang datang berkunjung hari di hari Minggu seperti ini? Kemungkinannya yang paling besar adalah Kyuhyun hyung dari super junior. Mungkin dia ingin berdiskusi soal game? Atau salah satu personil SNSD? Untuk apa mereka mampir? Oh, mungkin mereka baru membuat eksperimen dengan dapur mereka dan ingin berbagi sedikit hasil eksperimennya dengan kami. Ne! Itu yang paling mungkin.

Aku mengintip dari lubang pintu. Ah ternyata….

“Manajer hyung?” Aku membukakan pintu untuk manajer kami yang secara tumben-tumbenan mampir ke dorm kami di hari Minggu. “Museun il-iya (ada apa), Manajer?”

Setelah aku membuka pintunya, baru aku sadar kalau Manajer hyung tidak sendirian. Ada seseorang yang membawa koper besar mengikutinya. Seseorang dengan tinggi sekitar 168 cm. Fisiknya seperti kebanyakan orang Korea, matanya kecil sekali (seperti mata Yesung hyung super junior). Rambutnya lurus dan tajam seperti lidi dengan panjang sebahu (buat pembaca yang susah ngebayanginnya, liat aja model rambutnya Lee Jun Ki sebelum dia masuk wamil). Cewek? Atau cowok? Wajahnya manis seperti cewek, tapi lekukan tubuhnya (kau mengerti maksudku kan?) benar-benar rata. Tubuhnya pendek untuk ukuran cowok, tetapi sorot matanya tajam seperti cowok. Dia mengenakan baju kaos lengan pendek, celana jeans, dan ada sesuatu yang melilit di lehernya sehingga menutupi seluruh lehernya. Gila! Di hari sepanas ini lebih baik lehernya dibuka saja.

Manajer hyung menatap kearah orang tadi (aku masih belum bisa menjelaskan apakah dia cewek atau cowok). “SoraThis is your dorm. You’ll live together with them for awhile until you ready to have your own dorm. You must be tired, feel free to get your rest. (Sora, ini dorm-mu. Kamu akan hidup dengan mereka untuk beberapa waktu sampai kamu siap untuk tinggal sendiri. Kau pasti lelah, silahkan beristirahat.) 

Aku hanya mengerti sedikit dari kata-kata yang manajer-hyung katakan pada orang ini. Tinggal bersama kami? Di dorm ini?

Orang tadi mengangkat kopernya sambil menatap manajer hyung dengan tatapan tajamnya. “Thank you for your kindness. (terima kasih untuk kebaikanmu)” Kemudian dia melirik kearahku (bahkan tatapannya serasa lebih tajam saat menatapku “Anyyeong! (‘Halo’ informal).” Lalu dia masuk ke dorm kami dan meninggalkanku dengan manajer hyung di depan pintu masuk.

‘Annyeong’? Tadi dia berkata ‘annyeong’ kepadaku? Bukankah kita baru pertama kali bertemu? (Di Korea, pada saat pertama kali bertemu dan belum akrab, sebaiknya gunakan salam formal yakni ‘annyeonghasseo’)

“Manajer hyung?”

“Hhh.. hiraukan, dia kurang mengerti budaya Korea.” Manajer hyung menghela nafas. “Panggilkan Onew, aku perlu berbicara dengannya. Tapi kalau kalian ingin ikut mendengarkannya tidak apa-apa.”

Baru saja aku masuk untuk memanggilkan Onew Hyung di kamarnya, sudah terdengar teriakan dari dalam.

“AAAAAAaaa!!!!” Itu pasti Jonghyun hyung yang sedang berada di ruang santai. “Siapa kau?”

Orang yang tadi dipanggil manajer hyung dengan ‘Sora’ (sepertinya namanya memang Sora) hanya menatap Jonghyun hyung tajam kemudian dengan canggung berkata ‘anyyeong’. Karena teriakan Jonghyun barusan, aku tidak perlu repot-repot memanggil Onew hyung kedalam kamar karena baik Onew hyung, Key, dan Taemin langsung keluar dari kamar. Reaksi mereka kurang lebih sama dengan Jonghyun dan aku, terkejut saat melihat Sora dengan santai menuju dapur, menggunakan mug lucu milik Key (itu hadiah dari fan) untuk minum.

“Onew!” Suara wibawa khas manajer hyung menggema di dorm. Onew yang mengerti maksudnya langsung menghampiri manajer hyung yang tidak jauh dari tempat Sora duduk.

“Apa sebaiknya kita berbicara disini manajer hyung?” Onew melirik kearah Sora. Onew sepertinya sudah tau kalau topik pembicaraan kali ini akan berkaitan dengan Sora.

Manajer hyung tersenyum, “Tidak apa-apa, dia tidak mengerti bahasa Korea.”

Aku, Onew hyung, Jonghyun hyung, dan Key duduk di sekitar manajer hyung. Taemin yang tidak peduli lebih memilih duduk canggung didekat Sora. Keduanya diam, kemudian Taemin dengan canggung berusaha memulai obrolan dengan Sora (dengan bahasa Korea tentunya).

“Ah baiklah, yang bisa kujelaskan hanyalah Sora anggota baru di keluarga SM.”

“Trainee?” Tanya Onew.

Manajer hyung mengangkat bahunya, “Tidak tau. Aku sama sekali tidak tau statusnya. Tiba-tiba saja kakek tua itu memanggilku dan menyuruhku membawa anak ini ke dorm kalian.”

Kakek tua adalah sebutan kami untuk pemilik SME ‘Lee Soo Man’. Hanya diantara kami (SHINee) dan manajer hyung saja yang menyebutnya kakek tua ketika tidak ada orang lain yang mendengarnya.

“Tapi kenapa harus dorm kami?” Key tampak sedikit tidak setuju dengan kehadiran Sora. Mungkin karena Sora dengan seenaknya menggunakan mug cantik miliknya.

“Sudah kuduga kalian akan bertanya seperti itu. Kakek tua itu hanya bilang ‘tak mungkin ditempatkan di dorm super junior karena disana sudah terlalu penuh. Di tempat SNSD pun tidak mungkin. Seandainya dia cowok, itu tidak aman untuk para anggota SNSD karena sifat asli cowok. Tapi seandainya dia cewekpun lebih aman menempatkannya didalam kamar cowok karena dia pasti akan menjaga dirinya. Lagipula umurnya mungkin lebih hampir menyamai SHINee, sehingga dia akan lebih gampang bergaul dengan mereka.”

Jonghyun mengangkat sebelah alisnya, “Seandainya dia cowok? Maksud manajer?”

Manajer hyung mengelap peluhnya dengan saputangannya, “Identitasnya misterius. Latar belakang sama sekali tidak diketahui. Bahkan jenis kelaminnya saja belum diketahui. Dia menolak saat disuruh menjalani tes kesehatan. Dia juga menolak untuk operasi plastik. Kakek tua itu bertemu dengannya saat perjalanan liburan keliling dunianya. Yang kuketahui dengan pasti, pasti ada sesuatu yang istimewa dengan anak itu. Dengan semua penolakan yang telah dia lakukan, kakek tua masih tetap mempertahankan anak itu. Padahal kau tau sendiri sifat kakek tua yang pantang ditolak keinginannya.”

Lalu kemudian kami hanya mengangguk. Manajer kembali tersenyum, “Oh ya, sepertinya dia bukan berasal dari Korea. Bahasa Korea-nya benar-benar sedikit. Mungkin karena itulah kakek tua tidak memberikannya dorm sendiri. Kalau kalian ada waktu, ajari dia tentang Korea dan SM. Banyak yang harus dia ketahui.”

Setelah dirasa cukup, manajer hyung bermaksud pulang. Onew hyung mengantar manajer hyung sampai ke pintu.

“Oh ya manajer hyung, aku masih penasaran. Sora akan bergabung dalam group apa?” kata Onew hyung saat manajer hyung sedang memakai sepatunya.

“Kemungkinan besar solo.”

“Solo? Bukankah kakek tua itu sendiri yang bilang kalau solo sedang tidak laku di pasaran saat ini?”

“Sudah kubilang, pasti ada sesuatu yang istimewa dengan anak ini. Kalau tidak mana mungkin kakek tua itu bertindak nekat!” Manajer hyung sudah akan melangkah sebelum dia berbalik dan mengatakan sesuatu. “Oh ya, berikan dia kamar sendiri. Jangan bergabung dengan kalian. Itu pesan kakek tua. Sepertinya kakek tua ingin membuatnya image-nya tetap misterius. Akan menjadi produk yang baik bukan? Dengan begitu fan dan paparazi juga akan penasaran. Ah, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kakek tua itu.”

Dalam hati aku berkata, aku juga tidak pernah mengerti apa yang ada didalam pikiran kakek tua itu.

“Baik, leader, aku pergi dulu.”

Onew hyung hanya tersenyum sat manajer hyung memanggil nama julukannya, “hati-hati hyung!”

Suasana didalam dorm jadi sedikit berbeda dengan kehadiran Sora. Taemin menunjukkan Rubix cube yang belum tersusun miliknya kepada Sora. Sora mengamatinya selama beberapa detik kemudian memutar-mutarnya. Beberapa detik kemudian kami takjub melihat rubix yang sudah tersusun rapi dengan warna yang sama di masing-masing sisi.

Rubix is my old pal. (Rubix adalah teman lamaku)” Tatapan Sora melembut saat melihat rubix yang telah tersusun. Lembut sekali, bahkan lebih lembut dibandingkan tatapan Yoona SNSD. Seperti benar-benar ada kenangan tersendiri dengan rubix cube.

“Cewek! Dia pasti cewek!” Jonghyun hyung begitu yakin dengan itu

How old are you? ” Key yang bertanya. Bahasa Inggris Key memang sedikit lebih baik dibandingkan kami karena Key pernah mengikuti pertukaran pelajar ke California.

Sora memainkan rambutnya. Saat itu Sora terlihat tampan seperti sedang mengikuti pemotretan majalah fashion pria. Dan tatapannya kembali tajam. “Kalau hal itu terbongkar, aku harus meninggalkan keluarga ini.”

Taemin membelak kaget saat kata-kata yang keluar dari mulut Sora adalah bahasa Korea. Kami semua sama kagetnya dengan Taemin tapi tidak sampai mengeluarkan wajah bodoh seperti dia. “Jadi kau bisa berbahasa Korea?”

“Ah, Jet lag. Aku mau tidur. Selamat tidur oppa, hyung, dan dongsaeng.”

Lagi-lagi kami membelak kaget saat dia memanggil kami dengan sebutan ‘hyung’ dan ‘oppa (sebutan kepada kakak cowok oleh adik cewek)’ seakan-akan dia ingin menutupi identitasnya (dia memang menutupinya kan?). Kemudian Sora membaringkan tubuhnya di sofa dan hanya lima detik kemudian nafasnya sudah nampak teratur.

“Yang pasti dipanggilnya dengan sebutan dongsaeng itu aku bukan?” Si maknae (bungsu) dengan pedenya berkata seperti itu.

“Babo! Mana mungkin kau tertidur hanya dengan waktu lima detik! Babo! Bangun kau BISEX!” Key menendang kursi sofa dengan keras sampai-sampai Sora terjatuh dari sofa. Onew hyung tampak marah kepada Key karena menendang Sora sampai seperti itu tapi Key tetap cuek. Padahal terdengar bunyi yang cukup keras karena kepala Sora terantuk lantai. Tapi Sora sama sekali tidak terbangun.

Jonghyun sekarang tambah keheranan, “Jinjja? (really?) benarkah dia tertidur secepat itu?”

Tanpa mempedulikan tatapan marah Onew hyung, Key malah berkata, “Ini kesempatan kita! Ayo kita lihat apakah dia cewek atau cowok!”

Aku melihat raut muka Onew hyung yang seperti akan melarang Key tetapi dia sendiri penasaran sehingga dia diam saja. Tangan Key bergarak menuju baju kaos Sora, “Aku benar-benar tidak peduli seandainyapun dia cewek!”

Sreeeettt.. aku pikir Key berhasil menyingkap baju kaos itu, tapi ternyata….

“ARRRGGGHHH!!!!” Key berteriak keras kesakitan. Sora, matanya memang terpejam, tapi tangannya dengan cekatan menangkap tangan Key dan memutar tangannya. Sepertinya itu sakit.

“Jangan coba-coba menyentuh tubuhku!”

Key berontak sampai tangannya berhasil terlepas. Kupikir Sora terbangun tapi ternyata dia masih tenang tertidur di lantai.

Key menendang Sora, “Babo! Bangun! Kau belum benar-benar tertidur bukan?”

“KEY!” Kali ini Onew benar-benar marah.

“Oke-oke, baik leader. Aku akan berbaik hati mengangkatnya kembali ke sofa.” Key menekankan pada kata ‘berbaik hati’. Dan Key benar-benar mengangkatnya seperti saat dia menggendong Taemin. “Dasar! Boleh saja tubuhnya pendek, tapi beratnya minta ampun! Jauh lebih berat dibandingkan Taemin! Apa sih yang dia makan di Madagaskar sana? Anak aneh seperti ini pasti ditemukan si kakek tua di Madagaskar!” Aku tau kalau Key hanya melebih-lebihkan saat berkata seperti itu. Tubuh Sora tidak lebih besar dibandingkan tubuh Taemin.

Kali ini Jonghyun hyung dengan yakinnya berkata, “Cowok! Pasti Cuma cowok yang punya tenaga sebesar itu dan bisa tidur dimana saja!”

**********

(bersambung)

(lihat selengkapnya di http://www.wattpad.com/mystories?compose=true&id=1361267 disitu udah 18 chapter🙂

3 pemikiran pada “SHINee-ing as bright as the SKY (Korea Fan Fiction) – Part 1

  1. Ping balik: SHINee-ing as Bright as the SKY – part 8 « Angel's Blog

  2. Ping balik: SHINee-ing as Bright as the SKY – part 9 « Angel's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s