FF Request – My Dreamboy (Kim Di Ann + Donghae Suju)

Anyyeong.. finally jadi juga w nepatin janji ke si Kim Di Ann (temenku, dia Elf-fishy) .. Ini yang terjadi di belakang panggung waktu f(x) lagi tampil di cerita SHINee-ing chap 15 (ini link-nya http://www.wattpad.com/1489852-shinee-ing-as-bright-as-the-sky-chap-15 ).. ini dia ceritanya…. dan lagi-lagi harus kukasih tau, gapapa jga kok kalau reader-deul gak mau baca cerita SHINee-ing-nya.. aku emang sengaja buat cerita ini supaya bisa dibaca sendiri.

pict: Donghae

—————————————————————————————————

Cerita Lepas.. Donghae oppa, saranghae

(Kim Di Ann POV)

 

Is that all right, Amber? (Apa semuanya baik-baik saja, Amber?)” tanyaku pada Amber (salah satu member f(x)) yang sebentar lagi akan naik panggung. Amber memang lebih suka berbicara dalam Bahasa Inggris meskipun Bahasa Koreanya baik-baik saja karena dia memang bukan berasal dari Korea. Aku sih tidak masalah karena aku sempat kuliah di sekolah Fashion di Paris dan selama kuliah aku menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Jadi Bahasa Inggrisku cukup baik.

Perkenalkan, namaku Kim Di Ann. Pekerjaanku adalah perancang busana. Masih baru sih, aku masih belum se-ternar Hang Sang Baek, perancang senior yang kerap kali merancangwardrobe SHINee. Sekarang f(x) akan mengenakan wardrobe rancanganku dalam acara KBS’s music award. Ini pertama kalinya bagiku untuk merancang busana yang akan digunakan untuk menari dan tampil di panggung. Karena akan ada dance-nya, aku harus merancang busana yang senyaman mungkin untuk mereka menari.

Ah, here..” Amber menunjuk pada bagian pinggangnya. “Too tight, I can’t breath. (Terlalu ketat, aku tidak dapat bernafas)”

Untuk baju yang akan digunakan Amber kali ini aku memang menggunakan tali sebagai pemanis pada bagian pinggangnya. Tak kusangka kalau asistenku yang tadi membantu Amber mengenakan bajunya mengikatnya terlalu kuat. Jadi aku melonggarkannya.

Thank you.” Ucap Amber singkat kemudian berlalu bersama member f(x) lainnya. Ffiuh, dengan begini selesailah tugasku. Semestinya aku tidak perlu turun langsung, cukup mengirimkan para asistenku. Tapi ini proyek pertamaku untuk seorang dancer jadi aku ingin melihatnya sendiri. Lagipula ada keinginan lain yang membuatku kemari.

Tapi ternyata keinginanku itu tidak bisa terwujud ya.. hh.. sayang sekali.. semoga masih ada lain waktu..

Aku sedang membereskan peralatanku sebelum suara seorang namja mengagetkanku.

Namja itu tersenyum padaku “Ah, Anyyeong hasseo.”

In a second I’m losing my breath. Dia, namja itu. Dialah yang membuatku ingin kemari. Aku kemari karena ingin bertemu dengannya. Aku fan beratnya. Oh-my-god.

**********

(Donghae POV)

Tadinya aku ingin pergi ke toilet para artis. Tapi ternyata disana penuh jadi aku pergi ke toilet umum. Ternyata malah lebih ramai. Ah, sial! Dan sialnya lagi aku lupa menyamar. Lalu mereka mengerubungiku. Bukannya aku tidak ramah kepada fan, tapi mereka membuatku kewalahan dan mereka juga bersikap kasar. Lihat, beberapa kancing bajuku sampai terlepas karena tertarik-tarik barusan.

Aku harus segera memperbaiki bajuku sebelum kembali. Bagaimana kalau nanti ternyata aku harus naik ke panggung untuk menerima penghargaan. Semoga orang-orang di belakang panggung yang mengurusi soal kostum punya kancing cadangan.

Aku menuju backstage dan melihat pintu ruang ganti f(x) terbuka. Tidak ramai, hanya ada seorang yeoja yang membelakangiku.

Anyyeong hasseo.” Sapaku ramah.

Yeoja itu berbalik ketika aku menyapanya. Matanya membelak ketika melihatku. Sejenak kuperhatikan penampilannya. Badannya cukup tinggi dan lehernya jenjang sekali. Pipinya tembam namun tetap terlihat manis.

“A… Anyyeong hasseo.” Katanya lagi. Dilihat dari penampilannya, sepertinya dia seseorang yang mengurusi soal wardrobe terlihat dari bantalan yang digunakannya dalam bentuk gelang dan tertusuk disana banyak sekali jarum pentul, jarum, dan benang. “Ada yang bisa kubantu?”

“Ng… Ano…” Aku menunjuk pada kemejaku yang beberapa kancingnya lepas. “Apa aku bisa meminta bantuan seseorang disini? Beberapa kancingku lepas dan aku harus segera memperbaiki ini.”

Yeoja itu mengangguk kemudian mengobrak-abrik kotak peralatannya. Tersenyum ketika menemukan kancing, jarum, dan benang dengan warna yang cocok dengan kemejaku. “Ng… maaf, bisa kujahitkan bajumu sekarang?”

Aku mengerti maksudnya. Jadi aku membuka kemejaku untuk dia jahitkan dan membiarkan tubuhku bertelanjang dada. Sedikit tidak nyaman sebenarnya. Apalgi harus bertelanjang dada didepan yeoja cantik seperti dia. *author mimisan*

“Ah, naneun Donghae imnida. (namaku Donghae)” Aku sampai lupa memperkenalkan diri. “Kau?”

“Donghae-ssi, naneun Dian imnida. (namaku Dian)”

Tangan Dian bergetar saat dia menjahitkan bajuku. Kenapa? Apa jantungnya berdebar saat melihat abs-ku yang seksi ini *Donghae narcist mode: on* Yah, meskipun tidak seseksi milik Siwon hyung sih. Saking bergetarnya sampai-sampai Dian tak sengaja menusuk tangannya dengan jarum.

Aigho.. gwenchana? (Ya ampun, kau tidak apa-apa?)”

Dia hanya tersenyum dan sama sekali tidak tampak kesakitan, “Gwenchanayyo (aku tidak apa-apa), Donghae-ssi. Aku sudah terbiasa.”

“Sudah terbiasa tertusuk jarum maksudmu?” Dasar anak ini. Aku berdiri dan melihat diantara kotak perkakas milik Dian dan menemukan plester disana.

Aku menghentikan tangan Dian yang sedang menjahit untuk mengambil jarinya yang sedang berdarah. Omo.. jarinya kurus sekali. Aku berlutut didepannya yang sedang duduk di kursi sambil menggenggam jarinya. “Tidak boleh begini. Kalau luka harus segera diobati meskipun hanya luka kecil.”

Mendadak muka Dian memerah. Aigho, kau imut sekali saat mukamu memerah seperti itu Dian. “Gomawo (terimakasih), Donghae-ssi.”

Anio (tidak).” Aku bangkit dan berdiri dihadapannya masih dengan bertelanjang dada. “Aku yang seharusnya berterimakasih. Miyanheyyo (maaf) telah membuat jarimu berdarah.”

“Sudah kubilang Donghae-ssi, aku sudah biasa. Dahulu waktu masih di sekolah fashion jariku sering sekali berdarah karena tertusuk jarum. Dulu aku sering begadang untuk mengerjakan tugas menjahit dari sekolah fashion. Karena mengantuk, jariku jadi sering tertusuk jarum.”

“Jadi kau pernah ada di sekolah fashion? Wah, daebak.”

Muka Dian lagi-lagi memerah dan tangannya langsung menutup mulutnya, “Miyanheyyo, aku terlalu banyak berbicara.”

Gwenchana. Tamatan sekolah fashion rupanya. Pantas saja kau berada disini sekarang. Ngomong-ngomong kau mengurusi wardrobe f(x)?”

Ne (ya). Tadi aku membantu mereka mengenakan kostumnya.”

“Oh. Siapa yang merancang wardrobe mereka? Apa kau kenal perancangnya?”

“Aku.”

Mwo? (Apa?)”

“Aku. Aku yang merancangnya?”

“Tunggu! Namamu Dian bukan? Atau jangan-jangan kau itu Kim Di Ann? Perancang busana yang baru tamat dari sekolah fashion di Paris dan sekarang baru kembali ke Korea?”

Ne.”

“Wow!” Aku melihat kearahnya. Tatapannya masih mengarah pada bajuku yang sedang dijahitkannya. “Senang bertemu dengan-mu Dian-ssi.”

“Aku yang lebih senang bertemu denganmu Donghae-ssi. Jujur saja, aku adalah salah seorang penggemarmu.”

Jeongmal? (Sungguh?)”

Dian mengangguk. Lalu melanjutkan membuat simpul di jahitannya. “Sudah selesai Donghae-ssi.”

Aku menerima baju kemejaku dari tangannya, “Khamsa hamnida Dian-ssi. Kau pasti perancang busana yang hebat. Lain kali kau harus merancang wardrobe untuk super junior. Suatu saat aku ingin memakai baju rancanganmu.”

Lagi-lagi Dian-ssi hanya mengangguk. Aih, Yeoja pemalu ini imut sekali. Mendadak aku sedih saat mengetahui kenyataan kalau kebersamaanku dengan Dian-ssi berakhir sampai disini. Aku tidak mau kalau aku dan Dian-ssi hanya begini saja. Aku ingin lebih mengenalnya. Beberapa menit bersamanya barusan sama sekali belum cukup.

“Maukah kau berjanji, Dian-ssi?”

“Berjanji? Berjanji untuk apa?”

“Kau harus berjanji untuk merancang wardrobe super junior lain kali.”

“Ah, kalau itu….” Dian tampak ragu-ragu.

“Begini saja..” Aku tersenyum penuh kemenangan seraya mengeluarkan handphone. “Bolehkah aku minta nomor telepon dan emailmu? Siapa tau sewaktu-waktu aku ingin mengenakan baju rancanganmu. Bolehkah?”

Ne.”

Akhirnya kami bertukar nomor telepon dan email. Aku berjanji untuk menghubunginya nanti malam. Dian-ssi, bolehkah kalau aku berharap padamu?? ^^

**********

  (TAMAT)

silahkan komen dan thumbnya *ngarep banget dah* *geplak author*

2 pemikiran pada “FF Request – My Dreamboy (Kim Di Ann + Donghae Suju)

  1. me:oppaaaaaa……bapakny oppa tukang jahit y??
    donghae: ko kamu tau chagi
    me: abiiss oppa sudah menjahit hati ku *garing #plak

    aku kira bkalan di tembak dian ny ga tau ny cuma dsuruh janji doank?eh tp gpp deng klo aku jd pngurus wardrope ny suju pasti rela2 aj,ga bisa pegang2 abs oppadeul hehehehehe #dibekepauthorgaragaracerewet #plakbughduakk

    • wah.. bakat ngegombal ^^V peace.. makasih ya udah baca FF-ku meskipun kurang laku di blog sepertinya.. hahaha… kalau mau liat semua FF ku silahkan mampir ke wattpadku🙂 lha, nnti kalo d tembak fishy pada ngamuk ke dian dong.. aku cuma menyelamatkan tokohku saja (apasih)…. itu mah aku juga mau!!!! kekeke.. eh eh, tapi aku abs siwon aja ah.. kotak2 sih.. gdubraaakk.. gomawo !!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s