[FREELANCE] Mianhae ~ Nggak Sengaja, Hyung (2MIN)

cast : 2MIN , Joon , ibu2 , yang lewat2 (??)

author : Wulan Flames ( http://www.facebook.com/profile.php?id=100000248235811 )

genre : sad romance

length : oneshoot

annyeoonngg~~ *lambai2 bareng tumin*

sebenernya dari kemarin-kemarin pengen nge-post FF tapi nggak jadi2, soalnya nggak nyampe2 ending ! Wakakak dan akhirnya, cuma ini yang nyampe ending.judulnya rada aneh, tapi jangan mikir dulu, kalo ni FF bikin ketawa, salah ! Hohoho :3

saya pengen ngetag fauzi baadila, yang katanya sempat mengenal (??) 2MIN ! hohoho

buat yang udah baca, RCL ne~~ gratis kok, nggak bayar ! :3 yang RCL dpet undian gratis jalan2 keliling zimbabwe (??) bareng sayah dan 2MIN !! *kedip2*

ya udah deh, selamat membaca chingudeul~~ ^^v

backsound :

MBLAQ – I belong to you.

Co-Ed School – I love you a thousand times.

=======================

Apa yang terjadi, jika kau mencintai seseorang yang sebenarnya patut kau benci seumur hidupmu ?? Akankah kau tetap mencintainya, setelah kau tahu, ia berbohong padamu ?? Memutar balik kehidupanmu yang sempurna menjadi tidak berguna ??

Namun, seiring berjalannya waktu, tanpa terasa, cinta itu semakin kuat.

Dan aku, akan mencintainya, beribu-ribu tahun lamanya.

==============

(Taemin pov)

kusetel dengan volume cukup keras lagu MBLAQ – I belong to you ,sambil menyanyikan dengan semangat dan tersenyum sumringah.

Yeah ! bisa dibilang ini adalah puncak kemerdekaanku. Aku bukan lagi lee taemin yang akan selalu diantar pergi kemana-mana. Karena sekarang aku bisa membawa diriku kemana saja aku mau, tentu saja dengan mobil baruku ini. Yeah ! Walaupun ini bukan hasil jerih payahku, tapi suatu saat aku pasti akan membeli dari penghasilanku sendiri.

Force yellow keluaran eropa terbaru yang melintasi jalanan kota seoul, bahkan disaat lampu merah semua mata tak akan berkedip melihat mobilku.

Haha ! Maaf aku menyombongkan diri. Tapi kalian tahu lah, saat ini AKU SANGAT BAHAGIA.

Dengan perasaan meluap-luap aku terus bersenandung ceria. Namun tanpa sepengetahuanku sekelebat bayangan seorang pria melintas di depanku. Dan shit !! Aku terburu-buru menginjak rem, namun apa dikata…..

” HEY !! AWAAASSS !! ”

CKKIIITTTT….

BRAAAKKKK !!!!

====================

(minho pov).

” yoboseo hyung~ …… Ne ne… Aku akan segera kesana, tunggu aku ! 10 menit saja ne~ ”

pip !

Aisshh… Selalu begini !

Joon hyung selalu memberitahuku jika sudah terdesak.

Dengan gesit aku mulai menunggangi motor besarku keluar dari pekarangan kampus menyusuri jalanan kota seoul.

aku melajukan motor kesayanganku ini dengan kecepatan tinggi. Selama di perjalanan aku terus merasakan handphone ku bergetar.

Aku tidak bisa berhentti di tepi jalan ini. Dengan lincah nya aku mengambil handphone di saku celana kanan ku dengan tangan kiri.

Ternyata hanya sebuah email, namun aku tetap membacanya.

Saat melintasi perempatan jalan aku terpaksa rem mendadak karena mobil di depanku memelankan lajunya. di luar kendaliku, handphone yang ada di genggaman tangan kiri ku pun terlepas.

Aku pun terpaksa menepikan motor ku di tepi jalan dan turun mengambil handphone ku yang jatuh di tengah jalan, tanpa membuka helm yang kukenakan, sehingga aku tidak dapat melihat begitu jelas ke arah kiri atau kanan.

suara yang sangat lantang itu, dan deritan rem mobil terdengar nyaring namun hanya terdengar samar-samar karena aku menggunakan helm.

” HEY !! AWWAAAASSSSS !!! ”

CKKIIITTTT…..

BRAAAKKKKK !!!!

Aku menoleh sekilas, sebuah bayangan mobil sedan kuning sedang meluncur hilang kendali menuju kepadaku, anni~ sepertinya akan menabrakku.

Entah berapa jauh aku terpental dan teriakan semua orang mulai terdengar sangat nyaring saat helm yang kugunakan mulai terlepas ketika tubuhku terhempas di aspal.

rasanya seperti tanah yang kupijaki berputar cepat dan seluruh tubuhku mati rasa, aku ingin segera berdiri, namun aku tidak merasakan kakiku. Aku tidak merasakannya !!

Dalam keadaan ini, aku menoleh lagi, dan mobil sedan kuning itu berputar-putar di penglihatanku. Dan setelah itu semuanya gelap !! Aku tidak merasakan apa-apa.

  Because it’s you, my heart beats

my heart doesn’t beat because of others.

Similar to water a flower pot, your love allows me to live.

=================

1 TAHUN KEMUDIAN

(minho pov)

Ting tong ! Ting tong !

” ah itu pasti taemin ! ”

aku berujar kepada joon hyung dengan senyum sumringahku.

” ya sudah minho… Biar aku bukakan pintunya ”

” anni~ hyung….biar aku saja ”

dengan semangat aku mendorong kursi roda ku memencet tombol otomatisnya hingga berjalan dengan sendirinya.

Aku membuka pintu dan kudapati sesosok yang kunantikan kehadirannya dari tadi.

” annnyyeeoonngg minhoo hyuunngg~~ !!! ”

selalu….selalu saat pintu rumahku teebuka untuknya, ia akan berteriak memanggilku dangan cerianya, tersenyum mengembang hingga menarik pipi cubby nya timbul dengan sedikit rona pink.

Heumm….tak lupa dengan aroma vanilla dari tubuhnya yang menyeruak saat ia langsung berhambur memelukku dengan hangat.

 Because it’s you, I can smile,

there’s no way I can smile because of others.

Like the one remaining lamp is a storm, you’re a miracle to me.

” annyeong taemin~aahh… Ayo masuk ”

ia mengangguk cepat dan mendorong kursi rodaku masuk kedalam.

” tumben hari ini kau terlambat datang kesini. Ada apa heum ?? ”

gumamku lembut menengadahkan kepalaku metapnya.

” mianhe hyung…. Aku datang telat karenaa…. ”

ia menggantungkan kalimatnya dan berdiri di hadapanku mengeluarkan sebuah kotak kue besar dari kantong yang ia bawa.

” taaddaaa… !! moccacino cake ala lee taemin !! ”

dengan cerianya ia membuka kotak itu dan memperlihatkan cake kebanggaannya itu.

Aku tertawa pelan  merasa sangat senang.

” wow !! Kau membuatnya sendiri taemin ?? ”

ujar joon hyung hyung yang langsung datang dari dapur dan menaik-naikkan alisnya menatap cake itu lekat-lekat.

” ne hyung !! Ini adalah mahakarya pertama ku !! wae eoh ?? ini sangat enak tau ! ”

bangganya.

Lalu joon hyung mendelik menatap aku dan taemin bergantian.

” masa’ kau yang membuatnya ?? Tapi yah… Mungkin saja ! Karena bentuknya kurang menarik ! ”

cela joon hyung dan diiringin muka masam , cemberut, dan geram oleh taemin.

” enak saja !! Aku sudah mencobanya ! Ini enak…. ”

ia mendelik kepadaku dan joon hyung.

Aku semakin tertawa menutup mulutku dengan punggung tanganku.

” ne Taemin…. Pasti enak. Aku percaya kau yang membuatnya. ”

ujarku membujuknya.

Aku dan joon hyung tetap tertawa. Sementara taemin juga tertawa melirikku tapi mendecis kepada joon hyung.

” cih !! Kau tak akan dapat mencicipinya hyung !! ”

” ya…. Taemin… Aku hanya bercanda ! Masa’ aku tidak boleh mencicipinya heum ?? ”

” anni !! Kan kau bilang tidak enak… Ini buat minho hyung ku seorang saja… Huueekk !! ”

ia memeletkan lidahnya pada joon hyung. Kami semakin tidak tahan untuk tertawa.

yeah… Walaupun sekarang aku mempunyai kekurangan, tapi mereka berdua selalu melengkapinya dengan tawa dan kebersamaan kami. Bahkan aku merasa lebih ceria dari pada diriku yang dulu sebelum taemin memasuki hidupku ketika aku jatuh dan putus asa.

Taemin adalah namja chingu ku. Kami sudah menjalin hubungan selama 5 bulan, namun aku telah mengenalnya 1 tahun yang lalu di rumah sakit.

Yeah, rumah sakit tempat aku dirawat selama kurang lebih 1 bulan karena aku mengalami kecelakaan yang cukup parah, hingga aku terpaksa harus mengamputasi kaki sebelah kiriku. Hasilnya, aku tidak akan bisa bermain bola bersama teman-temanku lagi, atau mengendarai motor besar kesayanganku. Semua seperti telah terenggut dariku. Aku merasa bahwa choi minho sudah mati, hanya akan ada choi minho yang akan selalu murung meratapi nasibnya di kursi roda yang menjadi tumpuannya.

Namun, semuanya tak berlangsung lama sejak kehadiran malaikat yang sekarang adalah kekasihku. Dengan pantang menyerah ia berusaha agar aku terus bersemangat menjalani hidup.

—————

flashback

sosok itu, manis….

Enatah sudah beberapa hari ini, ia selalu memperhatikanku, mengamatiku yang terkadang sedang berdiam diri di taman rumah sakit atau koridor yang berhadapan dengan taman sambil membaca buku.

Esoknya, saat aku hendak keluar kamar mencari udara segar, saat kubuka pintu kamarku, dengan gamblang kudapati sosoknya berdiri tepat di depan pintu kamarku. Aku sangat terkejut begitupun dengan ia yang ketahuan sedang memergokiku pagi-pagi buta begini.

Ia beranjak perlahan dan pergi meninggalkanku yang keheranan.

Esoknya lagi, aku menikmati sore di taman dan aku pun menyadarinya, ia sedang mengamatiku di belakangku.

Hah ! Aku jadi risih juga dengannya.

Aku membalikkan kursi rodaku dan menghadap padanya yang gugup karena lagi-lagi tertangkap basah.

” hey kau !! Nugu… Eoh ?? ”

ia terbelalak dan berkeringat dingin atas pertanyaanku. Ia ingin mengatakan sesuatu namun kembali menahannya.

Dan aku pun melaju kan kursi rodaku meninggalkannya. Buang-buang waktuku saja !!

” aku lee taemin !! ”

aku membalikkan kursi rodaku dan menatapnya tajam.

” lalu ?? ”

” eh ?? Lalu… ?? ”

ia semakin kebingungan.

Aku memiringkan kepalaku dan membuang muka karena ia berfikir terlalu lama.

” kenapa kau selalu menguntitku eoh ?? ”

sangat to the point.

” aa…aku hanya… Hanya ingin berkenalan denganmu.. ”

kening ku berkerut mendengar pernyataan namja mungil satu ini. Meminta berkenalan ??

” apakah caramu jika ingin berkenalan selalu begitu ?? Menguntit seseorang berhari-hari. Bahkan aku sempat berfikir kau mempunyai niat buruk terhadapku…. ”

” anni !! Anni~~ hanya ingin berkenalan… Itu saja… ”

ia merasa sangat bersalah.

aku menghela nafas panjang, dan…

” aku choi minho ”

berlalu meninggalkannya mendorong kursi rodaku kembali menuju kamar inapku.

(Taemin pov)

” aku choi minho ”

ujarnya tegas yang berarti ia tidak suka aku mendekatinya, cukup untuk terus menguntitnya.

Ia berlalu pergi meninggalkanku disini.

” hiks hiks…. Mianhe~ mianhe~ aku tidak bermaksud jahat… Aku hanya ingin bertanggung jawab~~ hiks hiks ”

buliran air mataku, tidak bisa ditahan lagi. Hingga aku menangis meraung cukup keras, membuat semua orang disini menatapku.

Though I loved you a thousand times,

I want to say it again. A word that makes my heart beat. When I was meeting you, I was a really happy person.

Flashback off

========================

(minho pov)

” hey taemin…. ”

” eung ?? ”

” sini, ada cream di bibirmu ”

ia menundukkan badannya kepadaku, dan aku langsung menghapuskan cream coklat di tepi bibirnya dengan bibirku dan mengecupnya sekilas.

Ia terbelalak dan pipinya yang chubby itu kembali berona pink, kyeopta~

lalu menundukkan kepalanya tidak berani menatapku, tentu saja ia malu.

” ya~ kau pemalu sekali eoh… Lee taemin.. ”

ucapku sambil menyentil dagunya dan menenggadahkan tengkuknya untuk menatapku.

” hyung !! Kau curang !! ”

ia merengut lalu meraih bahuku dan mencium bibirku kilat.

” hey.. Kau ! ”

aku tertawa menunjuk dirinya yang menciumku tiba-tiba. Dan ia pun berlari kecil kegirangan menuju balkon.

” kejar aku kalau bisa hyung~ ”

when I open my eyes, I don’t know if it’s a dream,

I’m always anxious.

My love, my destiny, I can’t lose you.

==================

(taemin pov)

flashback

” hyung~~ apa yang harus kulakukan sekarang ?? ”

suara ku bergetar tak karuan.

” taemin~ kau tenang dulu, aku akan menyusul kesana… Dan ! Jangan kau berikan identitasmu kepada siapapun disana ne~ ?? ”

” ne hyung…. cepatlah kesini, aku takut hyung~~ ”

panik, takut, gemetar, cemas. Hhh aku tidak bisa lagi menggambarkan perasaanku saat ini.

sedari tadi aku mondar-mandir di lorong rumah sakit ini.

” taemin ! ”

” ahh… Hyung~~ ”

aku memeluk hyung dengan erat.

” sstt.. Tenang ! Kau tenang saja… Biar aku yang bereskan… ”

aku berusaha untuk tenang, tapi tidak bisa ! Air mataku tidak berhenti mengalir saking takutnya.

Cklekk !!

Ah ! Pintu ruangan terbuka dan sosok dokter pun keluar dari sana.

” bagaimana keadaannya dokter ?? ”

tanya hyung ku dengan amat tenang, membuat seolah-olah kami tidak tahu apa-apa.

” hmmm mianhe~ apakah kalian orang yang menabraknya ?? ”

aku menyenggol lengan hyungku dan menatapnya dengan amat takut.

Ia menjawabku dengan tatapan baliknya, berusaha meyakinkanku.

” kami… aa.. Bukan kami yang menabraknya, kami saksi mata dan kami langsung membawanya kesini… ”

aku meraih bahu hyung ku dan memberikan tatapan penuh tanya, bagaimana bisa ia berbohong seperti itu ??!!

” hyung~ kau.. ”

” sstt… Kau tenang saja… ”

bisiknya pelan.

Dokter itu terlihat semakin kebingungan

” suster… Tolong kau hubungi keluarganya ne~ ”

” baik dokter ”

” hmm… terima kasih kalian telah menyelamatkannya, dan segera membawanya kesini. ”

” ne~ dokter….ah ya ! Bagaimana keadaannya dokter ?? ”

sang dokter hanya bisa menggeleng-geleng pelan dan menghela nafas.

” sangat disayangkan, ia akan lumpuh seumur hidup, dan kami harus mengamputasi kaki sebelah kirinya… ”

YA TUHAN !! LUMPUHH ?? AMPUTASI ??!!

” saya permisi.. ”

lemas, kakiku lemas dan akupun rubuh seketika mendengarnya.

Tidak ! Tidak mungkin !

” HYUNG !! INI BERCANDA KAN ?? TIDAK MUNGKIN ! ANDWE ! HIKS HIKS ”

” sstt…. Jangan begini taemin, inilah kenyataannya… ”

” hyung !! aku jahat sekali eoh ?? Aku kejam !! Ia lumpuh hyung ! Lumpuh !! Bagaimana caranya aku membayar semua ini ?? ”

though I loved you a thousand times,

I want to say it again.

A word that makes my heart beat

in a way it won’t hurt me, a protective, thankful word.

 

Flashback off

================

(Author pov)

Cerahnya cuaca kota seoul saat ini mampu menggambarkan perasan seorang choi minho.

Ia bersenandung ria diatasa mobil bersama hyung nya, joon.

Cobalah kalian tebak, kemana tujuan mereka saat ini.

Ne~ minho akan mengunjungi rumah taemin untuk pertama kalinya.

Yeah ! Minho bela-belaan untuk pergi karena hari ini adalah hari yang special bagi namja imutnya itu. Ne~ hari ini lee taemin, genap berusia 19 tahun. Hari yang cukup dinantikan eoh ?? Tentu saja.

Untuk itulah minho mengunjungi taemin tanpa sepengatahuan taemin sendiri. Berkedok sebagai surprise. Siapa yang tidak suka diberi surprise di hari ulang tahunnya heum ??.

Pagar rumah besar itu terbuka dan senyum minho semakin mengembang membayangkan ekspresi taemin akan kejutan dan kado yang ia peluk erat-erat saat ini.

Minho turun dari mobil dibantu joon, dan saat ini ia sudah ada di depan pintu rumah taemin.

Tiba-tiba sebuah mobil derek keluar dari halaman belakang taemin menuju pekarangannya yang luas. Mobil itu mengangkut sebuah mobil sedan  yellow force.

Tentu pemandangan ini sangat menarik minho dan joon mengamatinya.

Minho tiba-tiba memegang kepalanya. Entah kenapa kepalanya berputar-putar. Terlebih saat mobil itu berhenti tepat di pekarangan, berbicara dengan pelayan taemin, mungkin ??

” minho… Wae eoh ?? ”

joon yang menyadari gerak-gerik minho mulai terlihat cemas.

” anni hyung… Gwenchana… ”

minho merasa kepalanya tenang kembali.

Ia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi taemin.

” yoboseo hyung… ”

mobil itu !

Minho seperti mengenalnya ! Bayangan-bayangan satu tahun yang lalu kembali berputar-putar dikepalanya, bayangan saat ia terpental jauh, terhempas, semua orang meneriakinya. Bayangan saat mobil sedan itu meluncur mengantarkannya pada keadaan saat ini. Minho mengingatnya !!

Lalu kenapa mobil itu ada disini ?? Aish ! Pikiran minho makin kelut.

” hyung ?? Minho hyung ?? ”

suara taemin di seberang telpon , karena minho hanya terdiam, sementara taemin sudah menjawab teleponnya yang tersambung sedari tadi.

” aa… Tae..taemin ?? ”

” ne hyung ?? Wae ?? ”

taemin semakin penasaran kenapa namjachingu nya ini terdiam.

” aku… Dan joon hyung ada di depan pintu rumahmu, keluarlah… ”

taemin sangat kaget, dan ia berhamburan keluar kamar, menuruni anak tangga, ia ingin segera menemui minho. Ia terlihat sangat senang. Ia menebak, pasti minho memberikan surprise ulang tahun untuknya.

Taemin membuka pintu itu lebar-lebar dan mendapati sosok minho di kursi rodanya dan joon, namun mereka membelakangkan pintu.

” minho hyung ?? Joon hyung ?? ”

ujar taemin ceria.

Kedua namja itu membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok taemin yang tersenyum sumringah.

Namun sayang, sepertinya surprise ini gagal, karena minho dan joon menatap taemin tajam, penuh tanda tanya dan selidik. Bahkan kado yang dipegang minho jatuh begitu saja.

Taemin heran dengan ekspresi kedua namja di hadapannya.

” tuan…. Mobilnya akan dibawa, dan catatan kasus kepolisiannya juga sudah beres ”

ujar pelayan taemin tiba-tiba yang berbicara dengan pembawa mobil derek tadi.

” mobil siapa itu ?? ”

joon yang sudah tidak tahan dengan teka-teki ini langsung menanyakannya.

” ah ! Itu mobil tuan taemin… ”

” mau dibawa kemana mobil itu ?? ”

sekarang giliran minho yang membuka suaranya yang sempat terbungkam.

” mobil itu dijual tuan ”

” kenapa dijual ?? ”

taemin mulai mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi, ia membeku dan terdiam beribu kata. Ia tidak bisa bersuara saat ini, hanya menunduk dan menunggu badai besar yang akan datang.

” mobil itu dijual atas permintaan tuan taemin sendiri, karena mobil itu mempunyai kenangan buruk, tuan taemin sempat menabrak seseorang dengan mobil itu tuan… ”

” KAPAN ??! ”

minho geram dan meremas ganggangan kursi rodanya.

” sa… Satu tahun yang lalu… ”

jelas !! Sudah jelas semuanya !!

Joon meremas bahu minho yang bergetar hebat.

Minho melirik taemin yang terdiam. Matanya, mengguratkan kemarahan, kebencian akan masa lalu itu.

” hyung ! Ayo kita pergi dari sini ! ”

pinta minho kepada joon.

” ta…tapi minho.. Kitaa– ”

” ayo kita pergi hyung !! Aku tidak mau berada disini ! Dan tak akan pernah kesini lagi !! ”

joon sangat mengerti bagaimana persaan minho saat ini, ia pun juga tak tahan dan sangat kecewa.

” taemin, kami pergi dulu, itu kado ulang tahun untukmu… ”

ujar joon dan berbalik mendorong kursi roda minho menuju mobil.

Namun langkah mereka tertahan.

Taemin menahan kursi roda minho, dan bersimpuh dihadapan namja yang ia cintai itu.

” hyung~ jangan pergi… Mianhe~ jeongmal..Dengar dulu penjelasanku… Hiks hiks ”

dengan berlinang air mata, taemin mencoba menghentikan orang yang menjadi korban kecerobohannya setahun yang lalu itu.

” tak ada yang perku dijelaskan taemin…. Semuanya sudah jelas olehku.. ”

minho tidak mampu menatap wajah taemin saat ini.

” tapi hyung…. Aku tidak sengaja hyung… ”

” ige mwoya ?? Tidak sengaja ?? Hah ! Taemin..kau tau kan, aku sekarang tidak berguna ! Dan kau tau, ini semua karena KETIDAKSENGAJAAN MU itu… ”

joon kembali mendorong kursi roda minho dan meninggalkan taemin.

Minho hendak menutup jendela mobilnya, namun taemin berusah mencapai tangannya.

” hyung !! Dengarkan aku dulu ! Hyung…. ”

ia berusaha mengetuk-ngetuk kaca mobil yang sudah mulai berjalan.

” hyuunngg !! Mianhe Minho hyuunngg !! ”

mobil itu berhenti dan minho menurunkan kaca mobilnya.

” taemin… Mianhe~ jangan pernah temui aku lagi, atau mendatangiku, anggap kita tidak pernah kenal, seperti setahun yang lalu. ”

really  thankful for the person who will grab my hand on exhausting day.

That person is you.

When I was meeting you, I was a really happy person.

 

Taemin rubuh di pekarangan rumah nya sendiri, merasa tak mungkin untuk mengejar minho.

” hyuunngg…. Hiks mianhe~ hyung… Saranghae.. Jeongmal saranghae minho hyung, jangan pergi.. Hiks hiks JANGAN TINGGALKAN AKU !! MIANHEYO~~ ”

I’ll protect you, I believe you, I love you….

====================

(minho pov)

Sakit ! Sakit sekali…

Neomu appo….

tuhan ! Berikan aku alasanmu, kenapa kau beri aku ujian yang begitu besar seperti ini ??

Aku sudah tidak berguna dengan keadaan ku yang seperti ini. Tidak ada yang bisa kuperbuat.

Namun, setelah mengetahui sebuah kenyataan ini, lebih ! Lebih pahit lagi rasanya.

Mianhe taemin, aku tidak membencimu.

Aku hanya kecewa, itu saja !

Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku sebelumnya.

Yeah, mungkin saat kau mengatakannya, aku pasti akan marah, tapi kurasa itu lebih baik, dari pada kenyataan yang kuterima saat ini.

Sempurna ! Sangat sempurna kau menyembunyikannya, hingga tak menimbulkan celah sedikitpun bagiku untuk mengingatnya. Sempurna taemin !

Mianhe… Jeongmal, aku kecewa padamu.

==================

(taemin pov)

Sudah pukul 8 pagi, aku masih terduduk di kursi meja belajarku dari tadi malam.

Aku mencoba berdiri dan melihat bayangan diriku di cermin.

Buruk ! Mataku bengkak dan memerah, rambut acak-acakan. Baju kaus ku yang basah di bagian dadanya yang telah menampung air mataku dari tadi malam.

Ah ! Sudahlah… Aku tak peduli. Karena Ada hal yang lebih buruk lagi dari ini.

———————

berkali-kali aku memencet bel kediaman keluarga choi.

Tidak ada jawaban.

Bahkan aku juga sudah memanggil-manggil minho hyung, mengintip lewat jendela. Sunyi ! Seperti tak ada kehidupan disini.

Kemana minho hyung ?? Joon hyung ??

Kalian sudah pasti tahu, apa tujuanku.

Yeah, aku ingin meminta maaf, terlalu jelas memang.

Tapi aku tidak bisa berdiam diri saja, walaupun ia tidak akan mau bertemu denganku. Setidaknya aku bisa melihat nya, walaupun senyum hangatnya tak akan ada lagi untukku.

” hey anak muda… ”

” eung ?? ”

aku menolah saat seorang ibu-ibu paruh baya memanggilku.

” kau mencari joon ?? ”

tanyanya.

” anni~ aku.. Mencari minho hyung.. ”

” ah…sama saja ! Mereka pergi tadi malam ”

” pergi ?? Kemana ?? ”

” sepertinya ke incheon, mereka membawa barang yang banyak, mungkin saja pindah ”

ahjumma itu lalu meninggalkanku begitu saja, jelas ! Sudah jelas semuanya untukku.

ia tidak mau aku menemuinya lagi. sudah jelas !

Aku masih berdiam diri di bangku stir mobilku, mencoba memikirkan berbagai kemungkinan.

” anni~ mungkin mereka pergi sementara . Minho hyung pasti kembali ”

gumamku.

kau salah lee taemin !!

Dengan kecepatan tinggi aku terus melajukan mobilku. Nekat ! bagaimanapun nanti, dimaafkan atau tidak, aku harus menyusulnya.

Aku menyusul minho hyung ke incheon, bermodal alamat yang kudapat di kantor tempat joon hyung bekerja. Incheon adalah kampung halaman mereka.

——————

(minho pov)

sore di incheon, aku merindukan suasana ini.

Aku menuju pekarangan belakang rumahku, memandang langsung pantai yang terdampar luas di depan sana.

Taemin~~

entah kenapa bayangan dirinya terlintas di otakku saat ini. Aku tau, ia pasti sedang berusaha mencariku.

Kami sengaja pindah malam tadi, agar taemin tidak menemukan kami paginya.

Konyol memang, tapi yah~ aku benar-benar tidak ingin bertemu. Aku ingin terus melangkah kedepan, mengingatnya saat ini, juga mengingatkanku akan kenangan yang amat buruk di masa lalu. Aku tidak mau menganggap diriku jauh lebih tidak berguna lagi.

” ting tong ! Ting tong ! ”

aku tersentak dengan bel rumahku yang berbunyi. Siapa yang berkunjung, rumah inikan sudah lama tak berpenghuni.

aku menjalankan kursi rodaku membuka pintu.

” BRAAKKK !! ”

aku kembali menutup pintu itu cukup keras.

” hyung ! Minho hyung ! buka pintunyaa aku jauh-jauh datang kesini menemuimu hyung…. ”

suara itu, aku tidak mau mendengarnya !

Shireo !!

” pulang sajalah taemin… ”

teriakku dari dalam sini.

” hiks ! Hiks ! Andwe hyung… Shireo… ”

ia mulai menangis.

” mianhe hyung…. Jeongmal… ”

aku menghela nafas berat, yah ! Aku tau itu taemin. Aku tau !

Tapi ini sudah terlalu menyakitkan. Hanya orang bodoh yang tidak kecewa.

—————

sudah pukul 12 malam.

Aku tidak bisa tidur. Kenyataannya, dari tadi aku memikirkan taemin yang ada di luar sana.

Aku keluar dari kamarku, dan mendapati sosok joon hyung yang tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala. Aku meraih remotenya dan mematikan tv tersebut.

” aiisshh… Hhooaammm… Minho ?? ”

ia menguap lebar-lebar.

” hyung, knpa kau tidur di sini ?? ”

” aa… Aku, aku tidak enak dengan taemin , minho aa ”

” maksudmu ?? ”

” minho, temuilah dia, kasihan… Sepertinya dia masih diluar.. ”

aku membuang muka mendengar bujukan joon hyung, ia berkata seolah-olah ini semua salahku, begitu ??

tampangnya yang merajuk itu mencoba mambujukku untuk membukakan pintu kepada taemin.

” kenapa tidak kau saja yang buka hyung… ”

” hey , Percuma saja aku yang buka dan mendatanginya, tak akan merubah keadaan, karena yang diharapkannya adalah… Kau ! ”

hyung menunjuk dadaku dengan telunjuknya.

” cih ! Kau memang selalu membuatku tak berkutik dengan ucapan mu hyung… ”

ia hanya tertawa cekikikan.

sedikir ragu aku membuka pintu tersebut,

krreeekk….

Bugh !!

Sosoknya yang putih pucat dan tak berkutik, jatuh tepat di depanku. Aku kaget, sangat kaget.

” ya ! Minho… ?? Hahh… Mungkin dia pingsan, karena sedari tadi menunggumu ”

————————-

aku membuka mataku saat sinar matahari menusuk mataku dari sela-sela ventilasi kamarku.

Ia masih tertidur, taemin.

Beberapa saat kemudian, dia terbangun.

” eung….hhh… Minho hyung ?? ”

aku memandangnya dengan ekspresi datar.

Ia mencoba duduk dengan pelan.

Aku ingin mengatakan, untuk tetap berbaring. Sayang ! Mulutku tidak mau bergerak.

Aku membalikkan kursi rodaku meninggalkannya.

” minho hyung…. Minh– ”

bugh !!

Aku tercekat dan mendapati sosok taemin yang terjerambab di lantai. Tubuhnya bergetar hebat dan ia menangis, menggapai tangannya padaku.

Hah ! Sempurna ! Ia sempurna membuat semua ini seolah-olah salahku. Taemin, kau keterlaluan !!

” taemin… istirahatlah sebentar lagi, lalu pulanglah.. ”

lalu aku pergi lagi meninggalkannya, tapi,

” hyung !! Tunggu ! ”

aku membalikan kursi rodaku dan ia melangkah setengah berdiri di hadapanku, tersenyum.

” hyung… Kau masih menngasihiniku eoh ?? Kau masih menyayangiku… ”

ia tersenyum puas namun dengan air mata yang mengalir.

Aku massih diam, tidak mengerti dengan ucapannya.

” kau… Kau akhirnya mau menemuiku hyung… jeongmal kamsahamnida… ”

” taemin, aku bukanlah orang yang kejam, membiarkan seseorang pingsan di depan rumahku. ”

ekspresi cerianya memudar, dan ia menunduk namun kembali tersenyum padaku.

” yah… Aku tau, dan aku juga tau, kau masih mencintaiku hyung… Ne~ ?? Aku juga masih mencintaimu, gudae saranghaeyo ”

cinta ?? Sarang ??

Jantungku berdetak sangat cepat saat ia mengatakan itu. Memang ! Aku memang masih sangat mencintainya.

” gomawo taemin~aa tapi… mulai sekarang, hentikan bualanmu itu ”

matanya membulat besar.

” bu… Bu… Bual.. Bualan ?? ”

” hyung ! Aku tidak sedang membual… ”

ia merengkuh bahuku.

Aku menyingkirkan tangan mungilnya pelan.

” aku tau taemin, setahun yang lalu, saat aku dirawat, kau selalu menguntitku, kau merasa sangat bersalah saat itu kan ?? Dan dengan bodohnya, aku juga perlahan-lahan nyaman berada di dekatmu, dan yah !! Kita pun menjalin hubungan ”

” aku sangat bahagia, saat tau ada orang yang menerima keadaanku yang seperti ini. tapi, itu terjadi karena aku tidak tau apa-apa, kau menutupinya rapat-rapat. Kau berikan aku motivasi, kau menjagaku, saat itu kau benar-benar sempurna di mataku. ”

ia mulai tersenyum lagi.

” tapi sekarang aku tau !! Setahun yang lalu, kau menyilaukan hatiku. Siapa sangka, di dalam butiran mutiara, masih terdapat batu hitam yang tersembunyi. Sekarang aku tau, KAU MENCINTAIKU HANYA SEBAGAI RASA TANGGUNG JAWAB, LEE TAEMIN… ”

aku tak bisa membendung air mataku lagi. Terlalu sakit !!

” hyung… Mianheyo~ jeongmal…. Kau boleh membenciku hyung ! Kau boleh menyalahkanku ! Bahakan kau boleh mencobloskan aku ke penjara !! ”

” tapi, kau perlu tahu hyung, aku mencintaimu, tulus… Dari sini, dari dasar hatiku.

(apedah taem… Gw klepek //plakk)

kau boleh menghukum dan mengutukku seumur hidupmu hyung…. ”

kurasakan dadaku bergetar hebat dan bergemuruh. Sakit !!

” memang benar, setahun yang lalu, aku menguntit mu atas dasar rasa bersalahku, tapi jika kau katakan, AKU MENCINTAIMU HANYA SEBAGAI RASA TANGGUNG JAWAB BELAKA….. ITU SALAH !! SANGAT SALAH !! Sungguh, aku tidak pernah berfikir seperti itu, segitu benci nya kah kau padaku hyung ?? ”

” aku tidak membencimu, aku kecewa taemin… ”

” hyung, aku juga kecewa pada diriku sendiri, dulu aku selalu ingin menyampaikan, bahwa akulah penyebab kecelakaan itu, tapi aku tidak punya kesempatan menyampaikannya, ada saja yang menghalangiku, dan aku takut merubuhkan kepercayaanmu padaku hyung, jeongmal~ ”

cukup ! Aku benar-benar tidak tahan lagi.

Tuhan~ apakah aku terlalu egois ?? Apa aku terlalu kejam ??

” apapun keputusanmu hyung, aku akan tetap  mencintaimu, GUDAE SARANGHAEYO MINHO HYUNG~~ ”

ia berdiri dan melangkah untuk pergi, lalu menoleh lagi padaku.

” gomawo hyung, kau sudah merawatku, tanda bahwa kau masih mencintaku, gomawo~~ permisi hyung ”

” LEE TAEMIN !! ”

ia tersetak kaget mendengarku berteriak, dan berbalik padaku lagi.

” aku sudah memaafkanmu, na do saranghae lee taemin~~ ”

lega, aku merasa sangat lega.

” mi.. Minho hyu hyung ?? Jeongmal ?? ”

dengan mata berkaca-kaca ia berjalan pelan mendekatiku.

Aku menganggukan kepalaku mantap dan kembali memberikan senyuman hangatku padanya.

Ia manghamburku dan memelukku dengan sangat erat dan menangis bahagia.

 Though I loved you a thpusand times, I want to say it again

the sad and lonely me probably doesn’t exist now

you’re the only person for me

you, the person directly in front of me, came to me

you did it through our love

 

== english translation from Co-Ed School ‘I love you a thousand times’ ==

the end ^^v

fiuuhhh~~ akhirnya selese’ juga…

*ciprat2 keringet*

mian kepanjangan, abis saya maksa bikin oneshoot.

Thanks to :

2MIN, joon, ibu2 , figuran….

Wardrobe dari *******

bla bla bla bla bla

(obsesi author jadi produser)

gomawo yang udah baca~~ bye bye…😀

———————————————————————————–

admin here: Mau ngirim FF freelance untuk blog ini?? tinggal kirim aja cerita kamu ke angelaftracta@ymail.com datanya harus di-attach ya🙂 anyyeong!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s