[FF Terjemahan] In My Room – chap 1

Author: ANONYMOUS

Penerjemah + Editor : ANGELAFT RACTA

casts: Lee Taemin (SHINee), Choi Minho (SHINee), etc.

Penerjemah (angelaftracta) baru aja ngebaca FF yang…. SUMPAH KEREN ABIS… Kalau menurutku sih FF terkeren yang pernah aku baca. Dalam Bahasa Inggris sih.. Kali ini, aku pengen temen-temen juga ikutan baca.. ya kuterjemahinnya kedalam Bahasa Indonesia. Pengarang aslinya nggak nyebut namanya di tulisannya (nggak niat tenar banget dah). Ceritanya ada 4 chapters. dan yang ini baru chapter 1-nya aja… lanjutannya, aku masih berusaha nerjemahinnya🙂 (aku nerjemahin TANPA KAMUS LHO, kekekeke).. semoga nggak lama🙂 happy reading.. jangan lupa komennya.. berikanlah sedikit semangat untuk penerjemah amatir satu ini :’)

============================================================================

CHAPTER 1

Pain was the price of love

 

Baca FF ini sambil ngedengerin lagu SHINee-in my room! Kalau nggak dengerin lagu ini sambil baca, lo bakalan nyesel dan rugi banget!!

——————————————————————————————

(Minho POV)

Entah bagaimana caranya, tiba-tiba aku berada di sebuah hutan. Sebelumnya kupikir tidak ada apa-apa di hutan ini selain pohon-pohon yang terlihat menyeramkan. Ternyata aku salah. Terlihat sesuatu di jauh sana.

Kakiku terus memaksaku untuk melangkah. Dekat, semakin mendekat. Aku berdiri di depan sebuah rumah. Tanganku, dia bergerak meraih pintu yang tampak rapuh dimakan rayap. Dengan sedikit dorongan, terdengar bunyi dencitan dari pintu yang baru saja kubuka. Setelahnya, aku hanya melihat sebuah ruangan yang gelap, basah, kotor, dan hanya ada sedikit sinar matahari yang terpancar disana. Tetapi rumah ini, dan ruangan ini jelas menunjukkan seseorang (atau beberapa orang) hidup disini. Siapa yang mau tinggal di lingkungan seperti ini?

Terdengar suara seseorang… Halo, siapa disana?

Yang bisa kukatakan hayalah, aku yakin kalau suara itu berasal dari ruangan ini, tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku berjalan perlahan menyusuri ruangan. Tidak ada pintu lagi yang kutemukan. Hanyalah tirai yang menggantung sebagai pengganti pintu pembatas antara tempatku berdiri dengan ruangan lain dibalik tirai itu. Aku berusaha mengamati dari balik tirai dan aku melihat gerakan di atas sebuah ranjang. Sesuatu bergetar hebat disana seperti sesosok tubuh yang gemetar karena kedinginan dibalik selimutnya yang tipis dan robek-robek. Aku ragu kalau-kalau selimut itu bisa menjaganya agar tetap hangat.

“Aku merindukanmu, hyung” Suara itu! Suara dari balik selimut itu! Sepertinya aku kenal suara itu. Kuamati sekali lagi ranjang yang ditutupi kain putih dan dipenuhi bercak-bercak merah itu dari balik tirai tempatku berdiri. Mungkinkah?? Kemudian aku mendengar suara derap kaki. Disana, beberapa namja (cowok) masuk.

“Dia MILIKKU untuk hari ini.” Namja itu menggeretakkan giginya seakan-akan ingin menunjukkan ketegasannya kepada ketiga temannya. Milikku? Pemdangan didepanku semakin jelas. Kain putih, bercak darah, dan yang gemetaran hebat dibalik selimut itu. Dia bukan gemetar karena kdinginan! Dia jelas gemetar karena ketakutan! Mereka, namjadeul (cowok-cowok) yang baru masuk tadi memperkosanya! Bagaimana bisa mereka bertindak sebrutal itu? Kupikir kejadian seperti ini hanya terdapat dalam film saja.

“Oke, terserah. Tetapi dia akan menjadi milikku besok!” Ketiganya pergi dengan ketidakpuasan terpatut di wajah mereka meninggalkan salah satu dari mereka yang paling tinggi.

Sepertinya namja itu sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Apa yang sebenarnya terjadi? Namja itu menyingkirkan selimut tipis dari sosok yang dari tadi terus gemetaran. Semuanya jelas sekarang. Sosok itu, sosok yang terus gemetar itu, tubuhnya benar-benar dipenuhi luka. Tangannya, kakinya, semua bagian tubuhnya dipenuhi luka. Semua pakaiannya robek. Tubuhnya hampir terlihat seperti tidak memakai apapun. Dia benar-benar disiksa! Aku melangkah pelan agar aku bisa melihat sosok yang terluka itu lebih jelas. Taeminnie? Apa itu kau, Taemin? Melihat wajahnya yang juga dipenuhi lebam dan luka, aku tidak merasakan perasaan lain selain kemarahan!

“Pergi! Menjauh dariku!” Taemin mencoba mendorong namja itu menjauh, tapi gagal. Namja itu dengan mudah melepas celana jeans-nya. Mata Taemin terlihat sudah hampir menangis. Dengan sisa tenaga yang ada, Taemin mengambil tangan namja pria itu dan menggigitnya. Terdengar teriak kesakitan dari namja itu dan kemudian sebuah tamparan keras mendarat di pipi Taemin. Seketika itu juga pipi yang lembut itu berubah merah dan setetes darah mengalir dari sudut bibirnya.

“SHIT! Kau ingin bermain dengan cara seperti itu? Baiklah, akan kuladeni!” Dia tersenyum sinis lalu menahan tubuh Taemin di ranjang. Dimulailah gerakan menjilat dan menggigit leher Taemin tak lupa menyentuh dan memainkan bagian sensitif Taemin. Tangannya juga ikut bermain di semua bagian tubuh Taemin. Kemudian dia mencium Taemin dengan kasar di bibirnya. Ketika Taemin ingin berteriak meminta pertolongan, namja itu memaksakan lidahnya untuk masuk kedalam mulut Taemin dan itu membuat Taemin tidak bisa lagi berteriak.

Air mata terus mengalir di kedua mata malaikat itu selagi dia terus mendorong, menolak semua keinginan namja yang ada didepannya. Tapi sepertinya, namja itu tidak akan pernah melepaskan Taemin.

“PERGI KAU! PERGI DARISANA!” Aku ingin bergerak, tetapi tiba-tiba kakiku membeku, tidak bisa bergerak! Aku terus berteriak menyuruh dia menjauh dari Taemin. Tapi sepertinya tidak ada yang mendengar teriakanku baik Taemin maupun namja yang terus menyiksanya. Namja itu mennyingkirkan robekan terakhir dari pakaian Taemin. Sorot mata yang penuh air mata itu, tatapannya benar-benar tatapan yang kehilangan harapan. Taemin! Taemin!

“TAEMINNIE!! SINGKIRKAN TANGANMU DARI TAEMIN-KU! DAMNIT!” Aku tidak bisa menyelamatkannya. Aku hanya bisa berdiri disini, berteriak dan berteriak. Tetapi, aku tidak bisa menyelamatkannya.

Namja itu menatap Taemin dengan nafsu membara. Taemin benar-benar ketakutan. “Kau suka dengan siksaan bukan? Baik, aku akan menyiksamu kalau begitu.”

Kemudian hanya terdengar jerit keperihan dari Taemin dan suara tertawa yang terdengar sangat puas melihat darah-darah yang mengalir disana.

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Melihat Taemin-ku disiksa dan diperkosa dengan brutal. Tetapi aku sama sekali tidak bisa menyelamatkannya. Sakit, dadaku terasa sakit sekali melihat Taemin menjerit seperti tadi. Rasanya seperti ada pisau yang menancap didadaku. Taemin… Taemin… Miyanhae… Miyanhae.. (Taemin, maaf)

—————————————————–

I close my eyes in this sleepless night  

And you dance in my thoughts  

I get so upset at myself, who knew nothing  

I turn on the lights and look around my room

——————————————————

Keringat yang mengering terasa dari seluruh bagian tubuhku. Aku tahu dengan pasti kalau tadi aku benar-benar berkeringat. Aku bangun dari mimpi burukku. Tapi tadi, semuanya terlihat sangat nyata. Taemin… Taemin… Jebal (plesae), kembalilah padaku. Dimanapun kau berada sekarang, kumohon, kembalilah. Aku tak akan menghukummu karena kau meninggalkan aku seperti ini. Aku hanya ingin kau kembali dengan selamat. Kumohon, minnie, kembalilah dengan selamat.

Aku tak bisa memejamkan mataku lagi. Aku tak mau terus memimpikan hal yang sama lagi dan lagi. Sudah berlangsung seperti ini sejak beberapa malam. Aku hanya memimpikan Taemin yang terus disiksa dan disiksa oleh beberapa namja. Kakiku, terasa berat untuk digerakkan menyingkir dari ranjangku untuk menyalakan lampu. Dinding kamarku yang tadinya terlihat hitam, kini terlihat putih bersih. Aku menyender dan kemudian terududuk dengan tetap menumpukan tubuhku pada dinding putih itu

Semuanya tampak tidak sempurna tanpa kau, Taemin. Jebal, pulanglah. Aku benar-benar merindukanmu. Aku berjanji akan selalu mengatakan saranghae (I love you) setiap malam sebelum kau tidur. Aku akan menyetujui semua tindakanmu saat ini. Aku hanya ingin kau kembali. Jebal, kembalilah, aku membutuhkanmu.

—————————————–

The place where my two faint eyes are placed on

is where I placed the birthday present I didn’t throw away  

and everything of you

————————————————

Mataku tertuju pada bingkai foto diatas meja komputer. Itu adalah hadiah pertamamu sewaktu kita berjanji untuk selalu bersama. Senyum dan ekspresi itu, aku masih bisa melihat dan merasakannya.

*********

-flashback-

            “Miho hyung!” Senyumnya yang polos tiba-tiba muncul didepan wajahku ketika kau bangun. Aku mengusap mataku yang sebenarnya masih sangat mengantuk. Apa yang dia lakukan di tengah malam seperti ini?

“Taeminnie? Apa yang terjadi?”

“TADAA!!!” Dia menyodorkan sebuah hadiah didepan wajahku dan berteriak dengan sangat antusias. “Saengil chukkae (Selamat ulang tahun), hyung. Kau suka? Kuharap aku jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu.”

Aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Disatu sisi aku marah karena dia membangunkanku di tengah malam seperti ini. Tetapi disatu sisi.. Kutatap mata polos itu kemudian menatap jam dinding yang tergantung di dinding kamarku. Tepat jam 12 malam.

“Ayo, buka hadiahnya!”

Aku membuka hadiahnya dengan kasar. Aku hanya ingin cepat-cepat membukanya sehingga aku bisa dengan cepat kembali tidur. Sebuah bingkai foto dengan sebuah foto spesial di dalamnya.

“Kau suka?” Mata polosnya masih tetap menatapku dengan berbinar. Sebuah foto saat Taemin mencium pipiku tercetak disana. Beberapa minggu ini dia memang sering mencium pipiku. Kupikir itu ciuman tanda cint yang biasa saja. Tak kusangka kalau diam-diam dia berusaha memotretnya. Aku menempatkan bingkai foto itu diatas meja dengan hati-hati.

Aku mencium keningnya dan tersenyum. “Aku menyukainya. Gomawo (terimakasih) Taemin. Sekarang ayo kembali tidur atau kau tidak akan tumbuh tinggi.”

Dia mengangguk dengan penuh kegembiraan dan kemudian beranjak bermaksud menuju ke kamarnya. Tetapi seketika itu, tanganku langsung mencegahnya dan membuat tubuhnya terhempas ke sebelahku. “Malam ini tidurlah disini.”

Aku mematikan lampu tidur di sebelahku. Tanganku memeluk tubuh Taemin yang kecil dan Taemin sendiri membiarkan kepalanya terkulai di dadaku.

Gomawo Taemin… Thanks for everything.”

-end flashback-

————————————————–

Cause you were my sun, the moon  

You were my everything and  

Everything in my room seems to miss you

—————————————————-

Aku menutup mataku rapat-rapat berusaha untuk merasakan kehadiranmu. Tetapi yang kudapat hanyalah tetesan air mata mengalir dari kedua pipiku. Taemin, tidakkah kau merindukan beruang teddy bear-mu? Mr. Bear terus menunggumu untuk memeluknya lagi. Memeluknya dengan erat setiap malam. Aku juga sama, aku terus menunggu tatapan puppy eyes-mu yang memohon padaku untuk dibelikan es krim. Aku membeli dua scoope es krim favoritmu, mint dan coklat. Aku menyuruhmu memilih salah satu dan kau cemberut karena kau ingin keduanya. Sekarang tidak lagi Taemin. Jika kau pulang, aku akan mengijinkanmu memiliki keduanya. Bahkan jika kau sanggup, aku akan mengijinkanmu makan seember es krim kesukaanmu.

Seberkas cahaya matahari menyinari ruanganku. Sudah pagi dan aku sama sekali tidak tidur semalaman. Aku bangun, mencuci muka, dan bersiap untuk melalui satu hari lagi tanpamu. Satu hari lagi untuk merindukanmu.

“Selamat pagi, hyung-deul.” Aku menyapa hyung-hyungku berusaha terlihat sopan.

“Minho, kau telihat sangat lelah.” Setelahnya aku menatap mata Jonghyun hyung dengan tajam dan kembali berkonsentrasi dengan sarapanku. Tak peduli seberapa enak masakan yang telah Key buatkan, tetap terasa hambar tanpa Taemin yang ikut makan disampingku.

“Mimpi buruk lagi? Atau jangan-jangan mimpi yang sama seperti yang kau ceritakan pada kami kemarin? Yak, Minho, sebaiknya kau harus berusaha untuk tidak terlalu memikirkan mimpi itu.”

“CUKUP!” Mereka semua yang ada di ruangan ini terkejut, terpaku, dan menatapku. Cih, lagi-lagi aku kehilangan kontrol terhadap aku yang temperamen. Tanpa Taemin aku benar-benar tidak bisa mengontrolnya. Aku menarik nafas panjang. “Maaf. Tidak bisakah kita berhenti membicarakan ini?”

Aku berusaha untuk memelankan suaraku tapi tetap masih terdengar keputusasaan disana. Mereka semua, para hyungku mengangguk. Aku seharusnya tidak bersikap sedemikian buruk pada mereka. Aku hanya kesal.

———————————————————-

I was too tired and I tried to forget you for a moment

our hidden memories still linger

it remain cause you’re still in my room

———————————————————

Aku kembali ke kamarku setelah acara sarapan yang tidak menyenangkan. Memori tentang mimpi itu tetap memenuhi setiap sudut kepalaku. Kenapa aku tak pernah bisa melupakannya? Aku harus mencari cara untuk mengenyahkannya. Setidaknya untuk sesaat. Aku berencana untuk jogging untuk menyibukkan tubuhku dan pikiranku.

——————————————————–

Wandering the sea of life and all the lost dreams

are in the corners of my desk drawers

you were hidden within them

——————————————————–

“Hyung! Aku pergi lari pagi sebentar.” Aku berteriak pada Onew hyung yang sedang duduk di ruang santai sambil menonton berita di televisi. Headset yang kusambungkan pada MP4-ku berteger di telingaku. Lagu yang sama terus kuputar berulang-ulang. Lagu yang berjudul ‘romantic’. Lagu yang sama-sama aku dan Taemin sukai. Lagu itu sudah seperti theme song kami. Lagu ini, kuharap lagu ini bisa sedikit menyembuhkan luka hatiku yang ada karena aku sangat merindukanmu. Aku berlari dan terus berlari sampai matahari menyengat kulitku. Sudah siang saat aku pulang. Sudah berapa lama aku berlari?

Air dari shower mengguyur badanku meski kuharap air itu juga bisa mengguyur dan membasahi hatiku yang kering. Itu semua hanya mimpi, Minho. Tapi kenapa semuanya terasa begitu nyata? Kuharap itu benar-benar hanya mimpi. Benar-benar hanya mimpi yang konyol. Aku menutup mataku berusaha menenangkan pikiranku. Akhirnya, pikiranku benar-benar kosong.

“Minho?! Minho?! Kau baik-baik saja? Daritadi kau terus didalam sana.” Dengan cepat aku membuka mataku ketika aku mendengar seseorang meneriakan namaku.

Ne (Ya) Aku baik-baik saja hyung. Aku akan keluar sebentar lagi.” Kuselesaikan mandiku kemudian keluar darisana sebelum seseorang mengira aku pingsan di kamar mandi. Kulangkahkan kakiku menuju kamarku. Setelah berganti pakaian, aku duduk didepan meja kerjaku. Sudah menjadi kebiasaan, aku akan duduk didepan meja kerja ini untuk beberapa saat. Kubuka laci di meja kerjaku dan ada sebuah diary disana. Diary milik Taemin. Kukeluarkan dari dalam laci dan meletakkannya diatas meja kerjaku. Lembaran-lembaran dengan tulisan-tulisan tangan itu mulai terbuka dengan bantuan tanganku. Aku berhenti pada tanggal dimana aku menyatakan cintaku pada Taemin.

Dear Diary,

Coba tebak apa yang terjadi! Minho bilang ‘sarangahe’ padaku! Aku BENAR-BENAR SENANG! Tidakkah kau juga ikut senang? Itu berarti mulai besok aku tidak usah mencari-cari alasan lagi untuk dapat memeluk Minho. Aku dapat memeluknya dan meminta pelukan darinya kapanpun aku mau. Sekarang dia sedang mandi. Aku akan menunggunya mengantuk kemudian kita bisa tidur bersama di ranjangnya malam ini. Key Umma juga ikut senang mengetahui kenyataan kalau Minho juga mencintaiku. Tetapi Key Umma berpesan pada Minho agar tidak melakukan….. sesuatu padaku. Onew dan Jonghyun hyung cuma berpesan agar dia memperlakukanku dengan baik dan tidak mengotoriku pikiranku yang polos. Apa-apaan itu! Aku tidak yakin, mungkin sebaiknya aku tanyakan hal itu pada Onew hyung besok. Sesuatu yang berkaitan dengan kepolosanku, aku yakin itu. Ah, dia sudah selesai mandi! Aku harus berhenti menulis dan mungkin aku akan menulis lebih banyak besok. Bye diary!

Satu senyuman pahit terpancar di wajahku. Taemin… Aku terus menunggu kelanjutan diary-mu. Tidakkah kau ingin melanjutkannya? Meskipun pikiranku sibuk dengan Taemin, aku terus membuka halaman selanjutnya. Sebuah tulisan tertangkap oleh mataku. Itu adalah bulan dimana aku takut kalau aku tidak bisa mengontrol nafsuku untuk menyentuhmu sehingga aku memutuskan untuk menjauhimu.

Dear Diary,

Aku tidak tahu kenapa Minho terus menolak untuk tidur bersamaku. Apa yang salah? Apa aku selalu mengorok atau mengigau dalam tidurku?Aku sama sekali tidak tumbuh tinggi meskipun ulang tahunku sudah lewat. Tapi kenapa Minho bilan kalau aku sudah cukup dewasa untuk tidur sendiri? “Sekarang kau tidak takut lagi pada gelap, hujan, dan petir bukan?” Katanya. Semua alasan konyol yang dulu tak pernah disebutkannya sekarang keluar dari mulutnya. Ada apa dengannya?Aku benar-benar ingin merasakan pelukannya lagi dan lagi setiap malam. Aku hanya ingin merasakan kehangatan tubuhnya dan kehangatan hatinya setiap malam. Apakah aku meminta terlalu banyak? Aku membicarakan hal ini pada Key Umma. Key Umma bilang sebaiknya aku memberikan waktu pada Minho untuk menjernihkan pikirannya. Kuharapa pikirannya bisa jernih sesegera mungkin. Jadi aku tidak perlu tidur sendirian lagi di malam yang dingin. Ini sudah hari ke-22 tanpa Choi Minho di malamku.

 

Aku ingat hari ke-22 itu. Key datang padaku dan berbicara. Aku tahu, aku tidak boleh merusak kepolosan Taemin. Aku hanya takut tidak bisa mengontrol nafsuku. Bagaiaman jadinya jika aku benar-benar kehilangan kontrol? Tetapi setelahnya kami tidur bersama lagi dan hubungan kami semakin dekat dan dekat.

Angin berhembus menembus jendela dan membukakan sebuah halaman diary lagi untukku. Hari dimana aku menyingkirkan kepolosannya.

Dear diary,

Aku bangun terlambat hari ini. Aku lelah. Sampai sekarang aku masih mengantuk meskipun aku sudah tidur hampir seharian penuh. Tubuhku terasa nyeri dan sakit hampir di semua bagiannya. Umma bilang hal itu normal dan rasa sakit dan perih itu akan hilang dalam beberapa hari. Aku tidak tahu kenapa Minho terlihat seperti sudah melakukan sesuatu yang salah. Kejadian malam tadi, aku yang mengambil inisiatif untuk hal itu. Awalnya aku hanya tidur dalam pelukannya seperti biasa. Tapi kemudian aku ingin merasakan pelukan itu lebih dan lebih. Aku mencintai kehangatan yang kau berikan dalam setiap pelukanmu, Minho hyung. Jangan merasa bersalah seperti itu….

 

Kau ingin pelukanku bukan? Tidakkah itu memberimu alasan untuk kembali? Lalu kenapa kau tidak kembali? Tahukah kau kalau aku sangat merindukanmu? Tahukah kau betapa aku merindukan suaramu? Suatu kertas sisipin terselip di diary Taemin. Tertulis sesuatu disana.

Memories box ada dibawah tempat tidurku ^^

 

Aku tertawa sejenak. Hanya Taemin yang akan lupa sehingga perlu menulis catatan untuk dirinya sendiri seperti ini. Memories box? Aku berdiri dan melangkah menuju kamar Taemin. Tidak ada yang berubah disana. Tidak ada yang pernah menyentuh atau menjejakkan kakinya di kamar Taemin sejak Taemin tak disini.

—————————————————

A picture of you I found in a box, under a layer of dust

A love letter filled with my young heart

and everything of you

—————————————————

Sebuah kotak berwarna biru terlihat dibawah ranjang. Aku meniupkan nafasku untuk menyingkirkan debu-debu disana. Dengan pelan dan sangat hati-hati kubuka penutup kotak itu. Ada banyak foto. Itu adalah foto-foto gagal dimana memotret diam-diam saat dia mencium pipiku hingga akhirnya satu buah foto berhasil terpajang di atas mejaku sekarang. Aku tersenyum untuk diriku sendiri. Disana juga ada beberapa CD. Kuambil sebuah kemudian buru-buru kubuka di komputer. Jantungku berdetak cepat saat komputer me-load CD-ku. CD itu ternyata penuh dengan folder-folder foto. Foto aku dan Taeminnie.

Aku sama sekali tidak sadar kalau kami sudah memiliki banyak foto sejak kami memutuskan untuk bersama. Hanya beberapa tahun tapi Taemin sudah memiliki 50 CDs. Taeminnie memberikan catatan untuk tiap foto yang ada. Sekarang aku sadar kalau Taemin mencintaiku lebih dari yang kutahu. Finally, aku merasa seperti seorang pecundang!

————————————–

Cause you were my sun, the moon  

You were my everything and  

Everything in my room seems to miss you  

I was too tired and I tried to forget you for a moment  

our hidden memories still linger  

it remain cause you’re still in my room

—————————————–

Kurasakan sebuah tangan menepuk pundakku. Aku tahu siapa itu tanpa aku harus menoleh tapi akhirnya aku menoleh juga.

“Key hyung! Tak usah mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja” Aku bohong, tentu saja.

Key hyung menelan ludah untuk melicinkan tenggorokannya lalu mulai berbicara. “Polisi bilang kalau…. Mereka menemukan Taemin di……. sebuah rumah yang ditinggalkan.”

Aku mengangguk dan dengan cepat mencengkram bahu Key hyung. “Apa yang kau tunggu, ayo kita pergi menemui Taemin!”

Jonghyun hyung yang baru datang langsung menghentikanku. “Minho-ya! Kau harus tenang! Dengar, Taemin ada di rumah sakit sekarang. Ketika kita sampai disana, kau tidak boleh bertindak berlebihan. Apapun yang mereka jelaskan nanti kau harus tetap tenang. Arrasou (kau mengerti)?”

Arra… (Aku mengerti)

———————————————–

Even if I throw it away,  

again and again  

I want to call you  

And hug the crying you in my arms  

And keep you right here

 

Cause you were my sun, the moon  

You were my everything and  

Everything in my room seems to miss you  

I was too tired and I tried to forget you for a moment  

our hidden memories still linger  

it remain cause you’re still in my room

—————————————————

Baca lanjutannya disini

9 pemikiran pada “[FF Terjemahan] In My Room – chap 1

  1. Ping balik: [FF TERJEMAHAN] In My Room – chap 2 « Angel's Blog

  2. huwaaaa—- itu lanjutannya udah diterjemahin belum thor ??
    Jeongmal khamsahamnida deh, buat admin yang ngasih link ini::: ukkkkkkh, taeminnie itu kemana sih ?” hilang ? Jangan bilang dia udah meninggal, andwaeeeee…!!!. Sekali lagi, makasih buat admin yg ngasih link ff ini,*poppo*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s