Jalan-Jalan Hemat di Malaysia – Day 1 (Kuala Lumpur)

Day 1

Cat: Waktu yang digunakan adalah waktu Malaysia

————————————————————-

10.00 – 11.00 (tiba di Bandara KLIA2)

  • Tiket Bus: RM 10/ orang
  • Air mineral: RM 2.90/orang
  • SIM card + paket internet seminggu merk DIGI: RM 26

Karena kita tidak membawa bagasi, nggak perlu repot untuk nunggu barang di conveyor belt. Langsung pergi ke imigrasi.

Oh ya, kalau kita naik low cost carrier, tentunya kita akan mendarat di KLIA2. Kebanyakan turis akan naik taksi atau KLIA ekspress (ituloh, kereta dari KLIA ke pusat kota Kuala Lumpur). Jangan ditiru!  Langsung pergi ke lantai 1 (atau cari papan penunjuk arah yang ngebantu kita untuk pergi ke loket bus). Baca lebih lanjut

Jalan-jalan Hemat di Malaysia – Sebelum keberangkatan

Saya sama sekali bukan blogger yang suka nulis catatan atau jurnal perjalanan di blog. Ini bukan pertama kalinya saya berpergian, tetapi untuk kali ini entah kenapa godaan pengen nulis tiba-tiba dateng. Alasan utamanya adalah karena saya sangat terbantu dengan para blogger yang nulis catetan perjalanannya di blog. Jadi tiba-tiba juga kepengen ikutan berbagi pengalaman, siapa tau ada yang bisa terbantu juga dengan catetan perjalanan saya. Hehehe.

Oke, sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan mencoba membuat jurnal perjalanan saya dengan tema jalan-jalan murah ke Malaysia. Catatan perjalanan ini akan saya bagi menjadi 5 bagian termasuk page mengenai persiapan keberangakatan.

Tanpa banyak basa-basi lagi, ini dia catatan perjalanan saya… Silahkan disimak.. Baca lebih lanjut

Curhat author (1)

Kata orang semakin banyak baca, kemampuan menulis kita juga semakin berkembang. Oke, mungkin itu bener, tapi ada juga salahnya. Semakin sering baca cerita orang kok aku semakin frsutasi ya??

Wae? Kenapa? Kok bisa? Gini, aku sering banget nemuin cerita orang yang baguuuussss banget. Ngebaca itu aku malah jadi frustasi. Frustasi karena kupikir aku nggak bisa ngebuat cerita sebqgus cerita yang kubaca😦

Atau waktu cerita buatanku jadi top post atau jadi cerita favorite pembaca. Rasa frustasi itu muncul lagi. Takut gak bisa bikin cerita sebagus itu lagi (emNg ceritanya bagus gitu????)

Begitulah😦 ada saran???😦

SHINee-ing as Bright as the SKY – part 9

Pict: Lee Soo Man

Buat yang baru mampir ke blog ini, ayo baca chapter satunya disini setelah itu tinggal klik di bagian kategori yang ada tulisan ‘SHINee-ing as Bright as the SKY’

———————————————————————————

(Author POV)

Dari raut wajahnya, jelas bahwa orang itu sudah cukup berumur. Hanya saja rambutnya masih tetap hitam. Tok…. Tok…. Tok…., perlahan terdengar suara sepatu pantofel orang berumur itu berjalan ditengah koridor yang sepi. Matanya menatap lurus kedepan seakan-akan dengan yakinnya menantang masa depan.

Lee Soo Man, begitulah tulisan di pintu yang Ia masuki. Ruangan milik Lee Soo Man yang terhormat, pemilik saham terbesar dari SME.

Didalam ruangan itu hanya ada seorang lagi yang sedang duduk di kursi. Begitu melihat seseorang yang memasuki ruangannya, dia langsung berdiri, “Ah, Sungha-ssi. Silahkan masuk.”

Orang yang dipanggil ‘Sungha-ssi’ oleh Lee Soo Man tadi langsung membungkuk dan mengangguk. “Ada apa memanggilku, Sooman-ssi?”

“Sudah berkenalan dengan pion baruku, Sungha-ssi?” Baca lebih lanjut

SHINee-ing as Bright as the SKY – part 8

 

Bagi yang baru mampir ke blog ini, ayo baca dulu chapter satu-nya disini biar nggak ketinggalan.. selanjutnya tingal ketik aja di kolom cari yang ada di blog ini, ketik SHINee-ing as Bright as the SKY.. baca dari awal ya chingu😉

—————————————————————

(Jonghyun POV)

Musim panas telah tiba. Kalau biasanya kebanyakan sekolah mengadakan libur musim panas, hal tersebut tidak berlaku untuk latihan kami. Latihan kami justru tambah dimaksimalkan di musim panas karena kami lebih memiliki banyak waktu dibandingkan musim-musim lainnya.

Sudah seminggu kami hidup bersama Sora. Semakin lama hidup bersamanya, kami semakin menyadari betapa anehnya dia. Misalnya saja, dia menghabiskan satu liter susu dalam sehari. Sangat peduli pada kebersihan diri, tetapi kamarnya berantakkan sekali (Key yang mengintip ke kamarnya waktu pintu kamarnya terbuka sedikit sebelum Sora menyadari). Lalu dia mencuci pakaiannya sendiri, kemudian menjemurnya dalam kamarnya (meskipun tidak baik untuk sirkulasi udara, dia tetap melakukannya). Atau mengenai hobinya yaitu mengikuti adu cepat soal matematika di internet (dan mendapatkan peringkat pertama di dunia). Dan hal-hal lain yang diluar dugaan. Baca lebih lanjut

[FF TERJEMAHAN] In My Room – chap 4 (END)

Baca sebelumnya disini

CHAPTER 4 (LAST CHAPTER)

Merry Christmas

Jangan lupa untuk terus mendengarkan lagu SHINee – in my room sambil membaca FF ini.. pake mode ‘repeat’ di komputer, laptop, iPod, BB, MP4, dan HP-nya masing-masing supaya tetep dengerin lagu yang sama sambil baca FF ini! Dengerin lagu itu terutama di chapter terkahir ini!

—————————————————— Baca lebih lanjut

[FF TERJEMAHAN] In My Room – chap 3

Baca sebelumnya disini

——————————————————————————–

CHAPTER 3

Healing from pain

 

Jangan lupa untuk terus mendengarkan lagu SHINee – in my room sambil membaca FF ini!

————————————————————-

(Minho POV)

            Taemin menyentuh piringnya tanpa bernafsu, hanya dua gigit. Setelahnya dia mendorong piringnya kearahku dan lagi-lagi.. senyum palsu itu tergurat di wajahnya. Kau tahu Taemin, senyuman itu lebih menyakitiku.

“Hyung, aku tidak lapar. Bisakah kau habiskan ini?” Aku tidak bisa bilang tidak. Kurasa dia tidak ingin makan lagi. Aku mengangguk pelan.

“Thanks hyung. Aku akan belajar di kamarku.” Dia berjalan pelan kearahku dan mencium pipiku. Sedikit perasaan tidak enak menghampiriku. Pipi Taemin sama sekali tidak merona atau sama sekali tidak terlihat malu-malu. Yang kutahu, dia tidak seperti biasanya yang selalu malu-malu setiap kali ingin memberi perhatian padaku. Kehangatanya.. aku sama sekali tidak bisa merasakannya. Apakah aku terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak? Kulihat sosoknya yang berjalan menjauh menuju kamarnya.

“Hyung, tidakkah kau sadar ada sesuatu yang berbeda dari Taemin?” Kulihat mata-mata itu satu-persatu. Aku tidak bisa menemukan jawabannya dari diriku sendiri, karena itu kuharap mereka dapat memberiku jawabannya.

Ne! (Ya). Aku tidak tahu kalau dia bisa membuat pancake.” Jonghyun hyung melanjutkan kegiatannya mengunyah. Key hanya bisa menatap Jonghyun dengan tatapan membunuh. Baca lebih lanjut